Hai kamu. Iya, kamu yang sedang membaca surat ini
Setelah 4tahun kita tak pernah bertemu lagi, setelah 7tahun aku memendam rasaku, akhirnya aku beranikan diri untuk menulis surat ini. Maaf kalau kamu kaget dengan kedatangan surat ini. Bukan maksudku untuk mengusik kehidupanmu lagi.
Aku ingin berterima kasih padamu. Karena telah mengajari dan mengajakku banyak hal. Kamu yang telah membuatku merasakan rasa ini untuk yang pertama kali. Kamu yang mengajariku arti kehilangan untuk yang pertama. Kamu yang pernah membuat hariku berwarna cerah. Dan kamu yang menyiramkan warna hitam itu. Juga kamu, yang memberitahuku rasanya bertepuk sebelah tangan. Terima kasih karena pernah ada dalam kisah hidupku. Meski kamu tak pernah tahu....
Maafkan aku, karena tidak memberitahumu lebih awal. Hingga kini setelah kita berpisah. Bukannya aku takut akan perasaanmu. Atau reaksimu. Aku hanya takut, perasaanku ini akan mengusikmu. Lalu, kenapa aku menulis ini? Karena aku tak bisa lagi menyimpannya sendiri. Aku ingin kamu tahu. Setelah perpisahan itu, aku tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya.
Kini, meski tak bisa ku ucapkan secara langsung, aku akan mengatakannya. Aku sayang kamu. Dulu, sekarang dan entah sampai kapan
Dari
yang terlupakan...